Thursday, 31 October 2013

Balasan Mencela Para Sahabat

Edit Posted by with No comments

untuk kali nie, amira nak kongsikan dengan para pengunjung blog mira sekalian kisah balasan terhadap orang yang mencela para sahabat... dan apa yang amira harapkan.. korang semua dapat mengambil iktibar dan jadikan sebagai tauladan..... amira harap,, korang semua bukan diantara golongan yang mencela para sahabat... siapalah kita ini nak dibandingkan dengan para sahabat... terlalu rendah rasanya diri ini...mereka telah dijanjikan syurga... kita macam mana?? so.. jangan sesekali kita mencela para sahabat yerk~


Al-Qairuni berkata, “Seorang syaikh yang termasuk orang-­orang yang utama mengabarkan kepada saya, dia berkata, ‘Abu Al-Hasan Al-Mathlabi (Imam Masjid Nabawi) mengabarkan kepadaku, dia berkata, ‘Suatu hari ketika saya di Madinah melihat suatu keajaiban, ada seorang laki-laki mencaci Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu ‘Anhum. Kemudian, pada hari lainnya ketika kami selesai shalat subuh, tiba-tiba kami bertemu seorang lelaki yang air matanya mengalir deras membasahi kedua pipinya, lalu kami tanyakan bagaimana ceritanya sehingga ia bernasib seperti itu?

Lelaki itu menjawab, ‘Tadi malam aku bermimpi bertemu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, sedang di depan beliau ada Ali bersama Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu ‘Anhuma. Lalu Abu Bakar dan Umar berkata kepada Rasulullah, ‘Inilah orangnya yang menyakiti dan mencaci kami wahai Rasulullah! Kemudian, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya kepadaku, ‘Siapa yang menyuruhmu berbuat seperti ini wahai Abu Qais?’ Aku menjawab, ‘Ali’, dan aku pun menunjuk kepadanya’.
Kemudian, Ali mengarahkan wajah dan tangannya kepadaku dengan mengepalkan jari-jarinya dan mengisyaratkan dia menampar mataku, lalu berkata, Jika kamu berdusta, semoga Allah membutakan matamu. Kemudian, Ali mencolok jarinya ke mataku, lalu aku terbangun dari tidurku dan aku dapati diriku seperti ini. Kemudian, lelaki itu menangis dan memberitahukan kepada masyarakat, lalu bertaubat di hadapan mereka.”

Seorang syaikh dari suku Quraisy berkata, “Di Syam (Syiria) aku melihat seorang lelaki yang setengah wajahnya hitam dan ditutupi tangannya. Aku menanyakan kenapa dia menutupinya seperti itu? Lelaki itu menjawab, ‘Aku telah bersumpah kepada Allah siapa yang menanyakan sebab sikapku seperti ini, maka pasti akan aku jawab. Ketika itu aku sangat memusuhi Ali bin Abu ThalibRadhiyallahu ‘Anhu. Pada suatu malam ketika aku lelap tidur, ada seorang lelaki mendatangiku lalu berkata, ‘Kamukah orangnya yang selalu memusuhi aku?’ Kemudian, ia menampar sebelah pipiku sehingga menjadi seperti inilah wajahku, hitam sebelah sebagaimana kamu lihat’.”


Diriwayatkan dari Muhammad bin Sirin Rahimahullah, dia berkata, “Ketika itu aku sedang melakukan thawaf di Ka’bah. Tiba-tiba aku berpapasan dengan seorang lelaki yang memanjatkan doa seperti ini, ‘Ya Allah ampunilah aku, dan aku tidak yakin Engkau akan mengampuniku!’ Seketika itu aku sangkal, ‘Wahai Abdullah, selama ini aku tidak pernah mendengar sese­orang berdoa sebagaimana yang kamu panjatkan!’ Lelaki itu men­jawab, ‘Ketika itu aku pernah berjanji, sekiranya aku dapat me­nampar wajah Utsman, pasti aku lakukan’. Kemudian, ketika UtsmanRadhiyallahu ‘Anhu terbunuh dan diletakkan di atas tempat tidurnya di dalam rumah, sementara orang-orang berda­tangan untuk menyalatkan jenazahnya, aku pun masuk ruangan itu lalu berpura-pura ikut menyalatkan jenazahnya. Ketika itu sedang sepi, maka aku tarik pakaianku untuk menutupi wajah dan jenggot Utsman, lalu aku berhasil menamparnya. Setelah kejadian itu, AllahSubhanahu wa Ta’ala menjadikan tanganku kering dan kaku seperti kayu yang tidak dapat digerakkan’ .”

Ibnu Sirin berkata, “Benar, aku telah melihat tangannya kering.”

Utsman Radhiyallahu ‘Anhu adalah seorang shahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mendapat gelar Dzun Nuraini; khalifah ke-3. Dia mendapat perlakuan zalim dan menyerahkan urusannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah menurunkan hukumannya yang berlaku atas orang yang menzaliminya sebagai ibrah. Sungguh Allah adalah Maha mulia dan Mendendam.
Diriwayatkan dari Amir bin Sa’ad Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata, “Ketika Sa’ad berjalan, tiba-tiba ia berjumpa dengan seorang lelaki yang sedang mencaci Ali, Thalhah, dan Zubair Radhiyallahu Anhuma. Sa’ad berkata kepada lelaki itu, ‘Sungguh, baru saja kamu mencaci suatu kaum yang telah berhasil mendahului dalam kebaikan dari yang selainnya. Kamu akan berhenti mencaci mereka atau aku doakan kamu supaya Allah menurunkan musibah untukmu!’

Lelaki itu menantang, ‘Kenapa kamu menakut-nakuti aku, seolah-olah kamu seorang nabi?’
Sa’ad menjawab, ‘Ya Allah, sesungguhnya orang itu men­caci sejumlah shahabat RasulullahShallallahu Alaihi wa Sallam yang lebih dahulu berbuat kebaikan daripada orang lain, maka turunkan seksa untuk orang itu?! Tiba-tiba datang seekor unta betina, orang-orang membiarkan unta tersebut berjalan dan mencederai lelaki itu.


Aku sendiri menyaksikan orang-orang menyusul Sa’ad sambil berkata, ‘Wahai Abu Ishaq, AllahSubhanahu wa Ta’ala mengabulkan doamu’ .” (Diriwayatkan Thabrani)
Diriwayatkan dari Qais, dia berkata, “Seorang laki-laki mencaci Ali Radhiyallahu ‘Anhu, kemudian Sa’ad berkata, ‘Ya Allah, sesungguhnya laki-laki ini mencaci salah seorang wali­Mu, maka jangan bubarkan pertemuan ini” sehingga Engkau memperlihatkan kekuasaan-Mu’.
Demi Allah, kami tidak meninggalkan pertemuan kami itu sehingga lelaki tersebut terpelanting dan pingsan dari ken­daraan yang dinaikinya dan kepalanya terbentur bebatuan sehingga gegar otak dan mati.” (Diriwayatkan Al-Hakim)


Ada seseorang yang mencaci shahabat Rasulullah Sha­lallahu Alaihi wa Sallam yang tergolong masyhur, dan tidaklah mungkin ada seseorang yang berani mencaci shahabat RasulullahShallallahu Alaihi wa Sallam selain orang-orang zindik ekstrim, yang di dalam hatinya diliputi rasa iri dan dendam kepada para shahabat. Telah cukup kita jadikan pelajaran ucapan seorang tabiin yang bernama Abu Zur’ah Rahimahullah, ‘jika kamu melihat ada seseorang yang berani mencaci salah seorang shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tentulah ia zindik.”
Orang-orang yang berani mencaci para shahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, yang Allah telah redha kepada mereka, tentu Allah akan menurunkan laknat, menjauh­kan rahmat-Nya, dan tidak dimasukkan ke dalam surga serta hidup di dunia penuh dengan kehinaan sebelum merasakan siksa­an di akhirat.

Apakah pantas seseorang mencaci para shahabat yang kepada mereka pula diturunkan Al-Qur’an. Bahkan, mereka memperoleh pujian langsung dari Allah?!

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
‘Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang­-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari” karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dan” bekas sujud Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat, lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di alas pokoknya; tanaman itu menyenang­kan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang Mukmin). “(Al-Fath: 29)


Diriwayatkan dari Abu Hatim Ar-Razi dari Muhammad bin Ali, dia berkata, “Ketika kami berada di Makkah dan duduk­-duduk di Masjidil Haram, ada seorang lelaki dengan wajah separuh hitam dan separuhnya putih, lalu dia berkata, ‘Wahai segenap manusia, ambillah i’tibar dari diriku, aku pernah berbuat buruk dan mencaci dua orang shahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Kemudian pada suatu malam, ketika aku tidur, tiba-tiba ada seseorang yang mengangkat tangan lalu menampar wajahku sambil berkata kepadaku, ‘Wahai musuh Allah, wahai orang yang fasik, bukankah kamu yang selama ini mencela Abu Bakar dan Umar, kemudian menjadi seperti inilah keadaanku.”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa mencaci para shahabatku, maka baginya laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia. (Diriwayatkan Thabrani)

sekian sahaja dari amira untuk kali ini.. wasalam ~



Wednesday, 23 October 2013

WaNiTa SoLeHaH

Edit Posted by with No comments





Wanita solehah itu aurat dijaga,Pergaulan dipagari,Sifat malu pengikat diri,Seindah hiasan di dunia ini.

Keayuan wanita solehah itu,tidak terletak pada kecantikan wajahnya ,Kemanisan wanita solehah ,tidak terletak pada kemanjaannya,Daya penarik wanita solehah itu ,Bukan pada kemanisan bicaranya yang mengoncang iman para muslimin,Dan bukan pula terletak pada kebijaksanaannya bermain lidah, memujuk rayu Bukan dan tidak sama sekali,Kepetahan wanita solehah ,Bukan pada barang kemas atau perihal orang lain,Tapi pada perjuangannya meningkatkan martabat agama.

Nafsu mengatakan wanita cantik dengan paras rupa yang indah bak permata yang menyeri alam,Akal mengatakan wanita cantik atas kemajuan dan kekebalannya dalam ilmu serta pandai dari segala aspek ,Hati menyatakan kecantikan wanita hanya pada akhlaknya,Itupun seandainya hati itu bersih untuk menilai.

Wahai wanita jangan dibangga dengan kecantikan luaran ,kerana satu hari nanti ianya akan lapuk di telan zaman,Tetapi jaga dan peliharalah kecantikan dalaman ,Agar diri ini bersih dan sentiasa mendapat Rahmat Ilahi.


Wahai wanita jangan berbangga dengan ilmu duniawi yang kau kuasai ,kerana ada lagi manusia yang lebih berpegetahuan darimu ,Wahai wanita jangan pula berdukacita atas kekurangan dirimu,kerana ada lagi insan yang lebih malang darimu.

Wahai wanita solehah jangan dirisau akan jodohmu,Kerana muslimin yang bijaksana itu tidak akan terpaut pada wanita hanya kerana kecantikannya ,Bersyukurlah diatas apa yang ada,Serta berusaha demi keluarga ,bangsa dan agama.

Salam perjuangan untuk sahabatku ,Wanita solehah.

Thursday, 10 October 2013

GraDuAsi KaMi..

Edit Posted by with No comments

hari isnin lepas ( 7/10/2013 ), amira ader majlis graduasi tau... nak tau kt mner? dekat jer ngn umah amira. tak sampai pun 5 minit dr umah amira.. majlis graduasi nie diadakan di pusat konvensyen, taman tamadun islam ! pagi tu memang datang sekolah dgn baju kurung.. orang lain pakai baju uniform sekolah, kita pkai baju kurung biase... sampaikan amira pergi kantin pagi tu,, kakcik kantin tu siap tegur lagi,, " nak g sambut raya haji ker " ade plak kakcik kater gitu.. mcm bese, amira sengih jela kan... 

sekolah amira hanya 39 orang jer yang dapat pergi ke graduasi nie.. amira pergi sana naik motor jer.. alone ! yang laen naik bas sekolah... kalau amira naik bas jugak,, alamaknyer balik yang sepatutnyer 5 minit jer.. tp mkan masa 20 minit pulak.. yelah kan.. balik naik bas ke skolah,, amik motor,, phtu balik rumah.. tak ker banyak keje plak tu?? pdahal rumah dengan taman tamadun islam dekat jer..




majlis graduasi nie bukan semua orang boleh pergi.. hanya yang dapat pointer 4.0 kebawah shaja yang layak pergi.. based kan kpd result trial baru-baru nie.. alhamdulillah.. rezeki amira.. merasa jugak graduasi tahun nie.. actually sdih jugak. drpd 39 orang yang pergi dr skolah amira.. hanya 8 orang shaja dr kelas sastera ( akaun)  selebihnya dr kelas sains tulen.. dan kelapan-lapan orang tu smua dr kelas amira.. tmasuklah amira sdiri... sdgkan kelas akaun ader 3 kelas... nak buat mcm mana kan. rezeki masing-masing.. tapi klu dpt pergi skelas lg best ! 

majlis graduasi nie bukan skolah amira jer tau ! seluruh skolah agama bwah krajaan negeri di terengganu..  nak tau skolah mana? yang ader.. sma atas sultan zainal abidin (smaasza) , sma khairiah , sma sultan zainal abidin ladang , mahmudiah , ittifakiah , al falah , smasid , marang , dan maarif... dan yang terpilih hanyalah seramai 217 orang shaja bg peringkat SPM... bg peringkat STAM , THANAWI , STPM pun ader jugak.. tp tu skolah smaasza jelah.. skolah laen takder pun.. sbb tulah ramai dr skolah dia..














memandangkan sekolah amira first skali yang smpai.. kiteorang ramai-ramai sempat dulu lar jalan-jalan kt taman tamadun islam nie... alang-alang jalan tu,, sempat lar snap sekeping dua gmbar.. huhu... =) 

okey ! back to the topic ~ .. alhamdulillah amira dpat 2 sijil.. sijil graduasi n sijil subjek terbaik bg subjek perdagangan... bg subjek terbaik tu,, dapat lar RM50... kawan amira, amalina.. dia dapat subjek terbaik bg sains dan prinsip akaun.. so, dye dapat RM100.. jeles seh ! 


nie gambar pelajar skolah amira yang layak ke graduasi.. muke bijok-bijok neyh... aisshhh! gerun pulak kiter neyh.... 


nie adalah teman seperjuangan amira dalam kelas... amira gitau td 8 orang kan.. tp yang nie 5 jer... amira pun tak sure mana diorang pergi lg 3 orang tuh.. yang 3 orang tu,, iman, anis n huda...


jeng, jeng jeng !! siapakah gerangan ini?? opss! amira pun xtau saper nie.. hehehe~ *wink*wink* simple jer kan amira.. huhu..


okeyh !! yang nie hikmah... tinggi kan dia.. kalau amira dduk sebelah dyer.. memang terserlah kependekan amira. ngee~


yang nie pulak amalina ! dialah yang selalu dapat no. pertama dalam kelas amira... memang takder sape lah yang dapat rampas takhta dr dye..


ain wardah !! ain pun antara yang bijak dalam kelas amira.. mestilah kan.. kalau tak, takdernyer dapat pergi graduasi kan..


ha !!! yang nie. korang jangan pandang sebelah mata k.. kecil2 cili padi tau ! boleh tahan bijak jugak dye neyh. amira pun takleh lagi nk lawan dye.. nak tau nama dy?? panggil jer dye salmawani...

okeyh lar !~ tu jelah untuk kali nie... doakan amira untuk SPM nanti tau !! tata titi tutu ~ (^_^)

Sunday, 6 October 2013

aNdai DiA bUkAn JoDohKu..

Edit Posted by with No comments
assalamualaikum dan salam junjungan ke atas nabi kita, nabi Muhammad s.a.w....


Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... pudarkanlah keindahan wajahnya dari pandanganku... aku tak ingin mencintai orang yang salah, sungguh... walaupun melupakannya sangat menyakitkan... aku berusaha untuk sanggup... gugurkanlah satu-persatu dengan perlahan semua kenangan yang senantiasa melekat erat dalam ingatanku... karena jika semuanya terhapus dalam waktu sekejap, aku takut itu akan menyiksa diriku sendiri...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... bantulah aku untuk mencabut perasaan tak biasa ini dari hatiku... aku akan merasa bersalah dan mengutukuki diri jika dia yang kini bersemayam anggun di hatiku bukanlah qawwamku... aku sadar itu tidaklah mudah karena akarnya terlanjur membumi di hatiku... tapi, demi keridhoan-Mu, apa yang tidak akan aku lakukan ?



Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... kumohon, jangan hadirkan sosoknya lagi dalam mimpi-mimpi malamku... karena itu hanya membuatku semakin berandai-andai dan lalai dari mengingat-Mu...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... jauhkanlah, sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan namanya terdengar biasa saja di pendengaranku... karena sungguh, atas perasaan ini aku tak mampu tenang bila mendengar namanya...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... jauhkanlah, sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan wajahnya terlihat biasa saja bagi netraku... karena sungguh atas perasaan ini hatiku tak bisa bergetar wajar bila memandang wajahnya...

Dan jika dia bukan jodohku, Ya Allah... dekatkanlah qawwamku padaku, agar aku tak menebak-nebak terlalu lama...

Aamiin...

Thursday, 3 October 2013

PaLeStiN yAnG diCiNTai...

Edit Posted by with No comments
Assalamualaikum dan salam 1 ummah amira ucapkan.... ahlan wasahlan wamarhaban bikum ~ 
dah baca kan tittle untuk entry kali ni.. hari ni amira nk berkongsi sedikit pasal bumi palestin yang semua dah sedia maklum sekarang apa yang berlaku di negara islam disana..jadi,, ape tnggu lagi? jom baca !! semoga mendapat manfaat ya ! 


Gaza diserang bertubi-tubi oleh Israel laknatullah, peluru-peluru berpandu mereka dilepaskan tanpa mengenal erti kemanusiaan, baik kanak-kanak atau wanita mahupun warga emas semua menjadi mangsa kerakusan si durjana, seolah mereka berkuasa mutlak atas muka bumi ini, lupakah mereka yang Allah SWT lebih berkuasa daripada mereka, lupakah mereka, betapa ramainya para nabi diturunkan dalam kalangan mereka agar mereka berubah? Tetapi mereka tetap sombong serta angkuh mengaku mereka kaum termulia, selain kaum mereka hanya bertaraf binatang yang halal darahnya.
Lihat sahaja surah Al-Baqarah, Allah SWT mengkisahkan tentang kaum Yahudi, bagaimana banyaknya nikmat yang diberikan kepada mereka, tetapi mereka tetap kufur. Malah menafikan kerasulan nabi Muhammad SAW, kerana baginda bukan daripada bangsa mereka.
Hati terasa panas mendengar berita-berita tentang serangan yang dilakukan oleh musuh Islam terhadap saudara seiman. Mereka menyerang saudara-saudara kita melalui udara dan laut tidak melalui darat kerana mereka adalah pengejut, takut untuk bertentang senjata  dengan tentera muslim, kerana Allah SWT sentiasa membantu tenteranya sehingga membuatkan musuh Allah menjadi gentar dan takut dalam berjuang. Hal ini dinukilkan dalam Al-Quran:
“Ketika tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, “sesungguhnya aku bersama kamu, maka teguhlah (pendirian) orang-orang yang beriman”, kelak akan aku berikan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah pada tiap-tiap jari mereka.”  (Al-Anfal:12)
Palestin Yang Tidak Akan Luput
Walaupun Israel menguasai hampir keseluruhan bumi Palestin, mereka mengambil daripada umat Islam secara kasar, mereka penceroboh yang tidak pernah diadili di mahkamah dunia yang kononnya adil.  Tetapi Allah SWT menjanjikan kemenangan kepada umat Islam malah Rasulullah SAW ada bersabda:
“Sentiasa akan ada sekelompok dari umatku yang sentiasa berjuang bersama-sama kebenaran, mencabar dan menentang musuh-musuh mereka. Musuh-musuh mereka tidak dapat memberi mudarat kepada mereka sehingga Allah mendatangkan keputusannya. Mereka tetap dalam keadaan demikian.” Maka para sahabat bertanya,”Dimanakah mereka?” Jawab Rasulullah, ” Di Baitul Maqdis dan sekitarnya”.(Hadis Riwayat Bukhari)
Umat Islam sentiasa berjuang di Palestin sehingga membebaskan negeri ini daripada perakus-perakus sehinggalah akhir zaman. Hadis lain juga Rasulullah SAW menyebutkan:
“Penduduk Gharb (yang berada di arah Barat) akan senantiasa menegakkan kebenaran sehingga Kiamat datang”. (HR Muslim 13/68, Nawawi).
Imam Ahmad berkata,”yang dimaksudkan dengan Ahli Gharb adalah penduduk Syam.” Dan jawaban ini disepakati oleh Ibnu Taimiyah serta ulamak-ulamak yang lain  (Manaqibisy-Syam wa Ahlihi, halaman 76-77).
Maka kita sentiasa meyakini Palestin tetap akan menjadi milik kita walaupun pelbagai ujian menimpa, kerana keyakinan kita terhadap janji Allah SWT tentang perkara ini. Malah umat Islam di seluruh dunia akan bersatu-padu dalam menyelesaikan permasalahan ini kerana Allah SWT mengambarkan bahawa orang mukmin sesama mereka adalah pembantu antara satu sama lain.
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka menjadi penolong bagi sebahagian yang lain” (At-Taubah:71)
Palestin Yang Dicintai
Kecintaan kita terhadap tanah yang diberkati Allah SWT dan tempat penuh bersejarah bagi umat Islam, apabila Nabi SAW melakukan isra’ di sini, sehingga Allah nukilkan perkara ini dalam Kitab Suci:
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad SAW) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tanda (kebesaran) kami, Sesungguhnya Dia maha mendengar, maha mellihat.” (Al-Isra’:1)
Tidak akan pernah padam, dan akan terus dinyalakan sehingga kita balik bertemu Allah SWT dalam keadaan Allah redha dengan kita. Kecintaan kita ini bukanlah bermusim tetapi sentiasa berbunga.
Mereka saudara kita yang dibina atas keimanan. Dan Rasulullah SAW bersabda tentang ukhuwah orang-orang beriman,
Daripada Nu’man Bin Bashir RA: Rasulullah SAW bersabda: “Perbandingan orang-orang mukmin pada kasih sayang mereka adalah seperti tubuh badan yang satu, apabilah satu anggota berasa sakit seluruh badan akan turut merasainya.” (Hadis Riwayat Syaikhan)
Sekiranya orang-orang kafir yang menyokong perjuangan Palestin mempunyai perasaan terhadap sahabat-sahabat kita, kenapa tidak kita yang merasainya, kita yang sepatutnya lebih merasai kesusahan mereka.
Tugas Kita Wahai Orang Beriman:
Pada asalnya apabila sesebuah negara Islam dijajah, maka hukum untuk keluar berjihad menjadi wajib aini bagi negara tersebut untuk membebaskannya, sekiranya negara tersebut tidak mampu, maka hukumnya beralih ke negara yang bersebelahan dengan negara tersebut.
Imam Al-Qurtubi berkata: Boleh jadi sesuatu keadaan itu jihad menjadi wajib untuk semua pihak, sekiranya musuh menakluki negara islam atau sedang bergerak menuju ke negara Islam untuk menyerang, maka wajib bagi semua penduduk di negara tersebut keluar berjihad baik pemuda atau pun warga emas, semua atas  kemampuan masing-masing, sekiranya warga negara tersebut lemah dalam menghadapi tentangan tersebut, maka hukum wajib berpindah ke negara yang berdekatan dengannya sehinggalah negara tersebut dibebaskan. (Al-Jami’ liAhkamil Qur’an oleh Al-Qurtubi 8/150)
Pada zaman ini, kebanyakkan negara umat islam berkondusi lemah dalam banyak sudut baik ekonomi, politik, sosial, pendidikan, ketenteraan dan lain-lain sudut, sehingga negara-negara islam tidak mampu membantu negara Palestin yang dijajah. Dan sebagai mukmin yang sedar akan tanggungjawab ini kita menjalankan tanggungjawab sekadar yang mampu. Sekadar cadangan daripada saya:
1. Sebarkan kefahaman kepada masyarakat tentang permasalahan Palestin. Permasalahan ini perlu diketahui oleh semua lapisan masyarakat agar masyarakat kita mempunyai kesedaran untuk memainkan peranan dalam menyelesaikan permasalahan ini.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mengambil peduli urusan orang mukmin, maka ia bukan sebahagian daripada mereka” (Akhrajahu Ibn Hibban dan Al-Hakim, Hadis ini didhoifkan oleh Imam Az-Zahabi dan Imam al-Albani)
2. Sentiasa mendoakan saudara seakidah kita di sana agar diberi kekuatan dan kemenangan buat mereka kerana doa adalah senjata orang mukmin, Doa yang tidak putus-putus untuk kita panjatkan pada Allah SWT. Imam As-Syahid Hassan Al-Banna mengatakan kekuatan kita terletak pada tiga perkara iaitu kekuatan iman, ukhuwah dan badaniah. Maka kita gunakan kekuatan iman dan ukhuwah kita dalam doa kita agar Allah azza wa jalla membantu mereka.
Sekiranya berlaku serangan besar-besaran terhadap saudara kita, maka bacalah qunut nazilah pada setiap solah kita. Sepertimana yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW apabila beberapa orang sahabat RA dibunuh oleh orang musyrikin di Bi’r Ma’unah.
3. Boikot barang-barang yang jelas keuntungannya digunakan untuk membantu Israel dalam membunuh rakyat Palestin. Mungkin ada sebahagian pihak mengatakan bahawa boikot ini tidak memberi apa-apa kesan kepada ekonomi Israel, tetapi sebenarnya memberi kesan yang besar terhadap ekonomi Israel. Antara syarikat yang pernah terkesan akibat pemboikotan ini ialah Supermarket Sainsburry di Mesir ditutup, penerbangan American Airlines ke tel Aviv bermasalah, penerbanagn Trans World America  muflis serta kempen memboikot produk Amerika di negara-negara Arab mengakibatkan kerugian sebanyak 40%.
4. Menderma kepada rakyat Palestin yang berada di Gaza melalui mana-mana NGO yang berdaftar. Sumbangan ini amat penting bagi menggerakkan sosio-ekonomi rakyat Palestin di Gaza serta memulihkan infrastruktur-infrstruktur yang musnah akibat serangan Israel.
Sumbangan tersebut juga amat penting bagi memastikan rakyat yang tercedera dalam serangan mendapat bantuan perubatan dan ubat-ubatan yang mencukupi.
Penutup:
Api kecintaan kepada tanah Palestin mesti sentiasa dihidupkan, jangan biarkan ia bermusim, tetapi berbunga sepanjang kehidupan kita. Didiklah masyarakat kita, bentuklah anak-anak di rumah untuk sentiasa mencintai saudara-saudara seaqidah yang sentiasa berjuang membebaskan tanah air mereka.
Moga Allah SWT memasukkan kita dalam golongan yang Allah SWT sebutkan dalam Al-Quran:
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, Dan di antara mereka ada yang gugur dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu (apa yang telah Allah janjikan) mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)” (Al-Ahzab:23)
Wallahu ‘alam.